Kayuh Sepeda ke Hulu Kota

***Tulisan pernah dimuat di Majalah Sewaka Dharma Pemkot Denpasar: Media Informasi Pelayanan Publik Edisi #01 -2014, KOLOM, hal. 20-21

Seorang peserta dari negara tetangga Malaysia tak kuasa menyembunyikan kekagetannya menyaksikan gegas para pesepeda ke garis start Psyclo 100K di seputaran Renon, Denpasar. Ia pun berdecak kagum saat mengetahui Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra hadir ditengah kerumunan puluhan pesepeda; menyalami dan bercengkerama dengan para peserta sembari bersiap melepas peleton.

Di pagi yang cerah itu, Psyclo 100K, jelajah sepeda jarak jauh yang dikhususkan bagi sepeda gigi tetap (fixed gear) kembali diadakan untuk kedua kalinya.

Suasana start Psyclos 100K

Suasana start Psyclos 100K

Setelah kesuksesannya di tahun 2012 menyusuri skena urban Denpasar, hijau perbukitan Gianyar, panorama budaya tradisi Klungkung dan pesisir pantai berkilau dan samudera biru di garis finish Virgin Beach Karangasem, rute Psyclo 100K 2013 sama menantangnya; melintasi pedesaan di utara kota Denpasar menapaki desa internasional Ubud, Gianyar, lanjut melintasi keagungan Pura Taman Ayun,  menembus aura kosmopolitan Canggu sebelum diakhiri dengan pendakian panjang mencapai Pantai Sawangan, Nusa Dua, Badung.

Kesertaan puluhan pesepeda dari berbagai kota di Indonesia dan negara asing termasuk Singapura, Malaysia, Finlandia dan Australia menjadi catatan penting tentang budaya bersepeda, khususnya subkultur fixed gear di Bali dan Indonesia, setara dengan perkembangannya di skena global.

Walikota Denpasar, yang juga getol bersepeda, mengatakan bahwa jelajah sepeda seperti ini mesti didukung dan dilakoni secara berkelanjutan sebagai bukti nyata pergerakan industri kreatif bernafaskan sport-adventure dan sebagai aktivitas unggulan pengalaman turisme kreatif di Denpasar.

“Sedari dulu, keterbukaan Denpasar dengan dimensi alam, budaya  dan aktivitas urban yang beragam adalah stimulus untuk menghadirkan even-even internasional di kota kita. Mari bersama-sama tingkatkan sinergi dan partisipasi lintas komunitas, swasta dan pemerintah,” ungkapnya saat akan melepas para pesepeda.

Masih lekat di benak, bagaimana sepanjang dekade 1980an, Denpasar disesaki beragam grup anak-remaja yang  masing-masing disatukan gelora “pemberontakan” dan kayuh sepeda.

Beibey Road. #psyclo #bali #morning #fixedgear #fun #crossing

Beibey Road. #psyclo #bali #morning #fixedgear #fun #crossing

Bagai koboi dengan kuda andalannya, pemuda-pemudi Denpasar bergerombol menyusuri lengang jalanan, beratraksi, membarakan gairah komunal dengan kombinasi warna rangka sepeda yang khas petanda indentitas kelompoknya; hitam merah BCC, kuning merah GAS, hitam biru Radikal, putih kuning Lapendoz, hitam oranye Batry dan lain-lain. Sekumpulan para muda mencari dan mengedepankan banalnya jati diri, dengan riang mengarungi laju perkembangan kota. Kemudian, rada jauh di depan, kelebat kilat para atlit dari berbagai komunitas balap sepeda semacam Gajah Merapi Club yang legendaris, “mengakselerasi” Denpasar untuk melaju stabil dalam kayuhan sepeda generasi mudanya.

Walau sempat meredup dengan deru grup motor, tradisi bersepeda kembali menyeruak beberapa tahun belakangan ini. Car Free Day Renon setiap Minggu pagi, mengularnya lajur sepeda di kota dan hadirnya berbagai komunitas pesepeda dalam naungan SAMAS (Sekretariat Bersama Sepeda) menegaskan kegairahan publik akan Denpasar yang bersahaja, komunal dan bercucur peluh.

Aktivitas fisikal layaknya bersepeda adalah petanda ketangguhan yang melengkapi karakter masyarakat Denpasar yang terbuka, cerdas, peduli dan jujur.

Di Denpasar, bersepeda sudah menjadi sebuah lifestyle yang fit, fun, dan fashionable. Dari sepeda onthel yang klasik sampai road bike berikut kekinian teknologinya, ruas jalanan Denpasar yang mulus setia digerus roda sepeda.

Spiritual Psyclo Night Ride. Exhale and inhale the goodness of multi-culture Bali.

Spiritual Psyclo Night Ride. Exhale and inhale the goodness of multi-culture Bali.

Dari catatan SAMAS, di Denpasar saja terdapat lebih dari 57 komunitas sepeda yang aktif dengan berbagai menu bersepeda dari morning ride, sunset ride, night ride, long distance ride, downhill ride, trick, culinary ride, criterium race, alley cat race dan tentunya “gowes cantik CFD” setiap pekan.

Rasanya tak mustahil menjadikan Denpasar sebagai cycling capital of Bali, seperti halnya Amsterdam sebagai the cycling capital of the world. Di sini, sinergi antara pemerintah dengan publik pun nyata, partisipasi marak, fasilitas banyak, regulasi ada; namun yang membedakannya dengan Amsterdam adalah penegasan hak jalan bagi pesepeda yang dikenal sebagai the right of the way.

Secara sederhana namun tegas, pemerintah setempat mengharuskan pengguna sarana publik, dalam hal ini jalan, diprioritaskan bagi pesepeda. Wacana pelebaran ruas sepeda di Denpasar tentu akan mubazir, bilamana komitmen serupa tidak dijalankan. Makin banyak pesepeda di jalan, makin menguntungkan bagi semua.

Bersepeda bisa menjadi solusi meringankan Denpasar dari kemacetan lalu-lintas dan polusi. Tak sulit rasanya melintasi pelosok kota Denpasar dari hulu ke hilir dalam waktu yang singkat. Kampanye bike to work dan bike to school pun bergulir kian mantap. Car Free Day Renon pun sudah ditiru dan diterapkan di beberapa kabupaten lainnya di Bali.

Dari pengalaman, bersepeda di Denpasar dari A ke B adalah lebih efektif dan efisien dibanding berkendaraan dengan mobil dan motor. Bayangkan padatnya kota Denpasar  yang selalu sesak kendaraan bermotor di saat jam produktif dan bubaran kantor dan sekolah. Hanya pesepeda yang mudah meloloskan dirinya dari jebakan macet itu. Di Jakarta, jasa kurir bersepeda (messenger bike) telah menjadi solusi pengantaran dokumen dan paket penting ditengah carut-marut kemacaten ibukota.

Denpasar, the heart of Bali, pun menawarkan jelajah sepeda yang menarik. Lanskapnya datar, simpel dan menawarkan pengalaman desa dalam kota dan kota dalam desa yang unik.

Tikum (titik kumpul) populer adalah Monumen Bajra Sandhi Renon dan sekitar Patung Catur Muka. Dari kawasan tersebut, opsi rute menjelajah Denpasar terbuka lebar. Serangan, Sanur, Penatih, Ubung dan Benoa hanya belasan kilometer.

Bagi mereka yang menyempatkan bersepeda pagi hari, finish point kuliner Men Weti di Pantai Segara, Sanur adalah morning glory; berkah pagi. Demikian pula bagi mereka yang gigih, Denpasar menuju Ubud (Gianyar), Tanah Lot (Tabanan), Water Blow (Nusa Dua) atau megibung di Karangasem pulang pergi pun tak menguras seluruh energi.

HUT Kota Denpasar yang akan datang adalah momentum tepat bagi Denpasar untuk bersepeda sebagai salah satu aktivitas merayakan kekinian kota.

Hari Jumat, 28 Februari 2014, sehari setelah hari jadi Kota, hadir tepat pada hari Jumat terakhir bulan Februari. Bagi masyarakat pesepeda dunia, hari Jumat terakhir dalam setiap bulannya adalah hari sakral untuk melakoni Critical Mass, dimana pada petang harinya – tanpa memusingkan jenis sepeda dan umumnya sambil mengenakan kostum-kostum unik – para pesepeda dalam jumlah besar turun ke jalan bersepeda bersama-sama ke hulu dan pusat kota.

Dengan slogan “For once we are the traffic”, Critical Mass adalah medan kesadaran akan nikmatnya bersepeda dan ajakan bagi semua pengguna jalan untuk saling berbagi ruas dan saling memperhatikan satu sama lain.

Kolaborasi komunitas pesepeda gigi tetap Psyclo dan SAMAS Denpasar di bulan Februari 2012 mengawali kehadiran Critical Mass di Bali, yang diadakan secara serentak di 26 kota di seluruh Indonesia. Ini adalah tawaran menarik bagi para pimpinan kota untuk meluangkan waktunya bersepeda, nglawang dan magebag bersama komunitas dan publik, melihat keniscayaan masa kini Denpasar dari dekat.

Walau ungkapan bahwa bersepeda mendekatkan diri dengan alam itu tak keliru, esensi bersepeda dalam lingkup sebuah komunitas adalah kenyataan untuk memilih; memilih memimpin di depan dan meninggalkan peleton atau memilih tertinggal dan mengejar peleton dari belakang. Di tengah buru nafas, pesepeda tak pernah sendiri. Sama halnya dengan Denpasar.

Dirgayusa ke-226, mari kayuh masa depan Denpasar dengan kuat.

Marlowe Bandem
Anggota Psyclo, komunitas pesepeda gigi tetap terbesar dan teraktif di Bali, bermarkas di Denpasar.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailFacebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail