Monokromatik SUB Store Bali

Dari sekian banyak toko rilisan fisik di Bali, salah satu lapak di Denpasar yang kerap saya kunjungi adalah SUB Store Bali yang berada di kawasan ‘elit’ Renon. Benar, SUB Store Bali adalah ‘sister store’ dari SUB Store Jakarta, Bandung dan Tokyo yang kesemuanya disatukan dengan slogan “small interested used music, book, toys and clothes.”

Ada banyak hal yang bisa dijumpai di lantai atas Toko Tondo, tempat SUB Store Bali bermarkas. Di samping koleksi piringan hitam ‘vinyl’ yang berjumlah lumayan (namun hebat dari segi kualitas selera), rak-rak SUB Store Bali pun dijejali pelbagai merchandise musikal, dari buku, majalah, DVD, CD, kaset, poster, kaos, sampai miniatur tokoh-tokoh ikonik ‘action figure’. Turntable ‘mesin pemutar piringan hitam’ pun bertumpuk, menanti sentuhan pemilik barunya.

Kedekatan saya dengan SUB Store Bali tentu tak bisa dipisahkan dengan sosok Ridwan Rudianto dan Andhika Faisal, para punggawa di balik SUB Store Bali. Kecintaan kami akan musik elektronika, single malt, dan Tokyo, ditambah kegemaran kami akan ‘record hunting’ – berburu harta karun rilisan fisik – membuat SUB Store selalu berasa seperti rumah sendiri.

Di saat rilisan fisik lagi naik daun — terdongkrak tren Record Store Day (baca di sini) dan keseriusan generasi muda mendalami sejarah musik — SUB Store Bali melengkapi bursa rilisan fisik di Bali dengan kurasi unik, menghadirkan jazz, folk, rock, punk dan elektronika minus intimidasi dan menggurui. Ikon jazz, Indra Lesmana, pun nampak wara-wiri memburu vinyl di sini. Pastinya koneksi SUB Store Bali-Jakarta-Bandung-Tokyo dan sebentar lagi, Tasikmalaya, memungkinkan koleski yang beragam dengan harga tebus kompetitif , memenuhi pesanan para music lovers dengan mudah dan cepat.

Saya menanti RR — sapaan akrab kami untuk Ridwan Rudianto di grup whatsapp Uhuks — untuk menghadirkan kembali Soup Chat versi piringan hitam, saat record purveyors and music lovers alike bisa berkumpul, berbagi kisah dan kenangan dunia musik mereka.. Tentunya sambil mimik, paling tidak bir dingin. Sembari menunggu hari itu tiba, mari bersuka-cita dan meluangkan waktu ke Sub Store Bali atau Tokyo. Bila di sana, kurang lebih saya akan memutar lagu-lagu seperti dalam playlist berikut:

1. Kraftwerk – Tour De France

2. Chemical Brothers – Star Guitar

3. The Jimi Hendrix Experience – Foxey Lady (Miami Pop 1968)

… dan sebagai penutup 4. Kevin Yost – Two Wrongs Making It Right

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailFacebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

One thought on “Monokromatik SUB Store Bali